Bercengkrama Sembari Belajar Bersama Ketua Pondok Pps. Kyai Syarifuddin

Bercengkrama Sembari Belajar Bersama Ketua Pondok Pps. Kyai Syarifuddin


“Jika anda merasa bebanmu lebih berat daripada orang lain, maka di saat itulah kamu sedang belajar tentang kesungguh-sungguhan” tuturnya.

Nurul Jannah namanya, beliau adalah mahasiswi semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah di IAI Syarifuddin. Kesibukannya di pesantren selain menjadi Roisah Ma’had (ketua pondok) adalah mengajar di lembaga diniah serta sebagai pengajar di setiap kegiatan pesantren.

Kemaren dilantik untuk mengemban sebuah amanah besar, dipercaya oleh kyai dan bu nyai, serta menjadi pendidik bagi seluruh santriwati, menurutnya bukanlah hal yang mudah. Urgensitas santri dengan beberapa tokoh dan peran harus ditanamkan dalam dirinya.

“Menjadi orang yang dipercaya dalam menjaga amanah besar dalam kepengurusan pesantren tidaklah mudah. Namun, apadaya itu sudah takdir dan saya harus belajar menerima, dan saya yakin, saya pasti bisa” kuatnya.

Kultur yang melekat pada pesantren dalam pemilihan ketua pondok, adalah mereka yang nampak bertanggungjawab serta memiliki jiwa pejuang dan pengabdian yang tinggi sebagai santri. Tak pernah ada menjadi ketua adalah mereka yang mengunggulkan diri serta ingin menggapai posisi tersebut. Karena santri memahami, posisi dalam struktur jabatan yang tinggi akan mengemban tanggungjawab besar dalam melaksanakan sebuah amanah.

Menjadi seorang santri banyak belajar mengenai humanisme, kehidupan bersosial, penanaman prinsip keilmuan dalam berbagai aspek, serta jiwa tanggungjawab. Qona’ah dan istiqomah adalah jalan menggapai sebuah perubahan besar dalam memperbaiki nilai diri seorang santri. Manut dawuh kyai nyai adalah sebuah jalan terang yang berada dalam kesulitan yang tak terpecahkan.

Ucapan terimakasih yang sering terucap oleh lisan kepada seorang guru, ustadzah, pendidik, takkan pernah mampu menggantikan torehan ilmu yang telah disampaikan atau diberikan kepada kita, sebagai seorang santri. Dahulu hanya mengenal segelintir ilmu, sekarang terus berkembang dengan adanya peran mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu Agama adalah sebuah pondasi penting dalam kedekatan seorang hamba kepada Rabb Nya, hingga itulah yang kini kami pelihara sebagai kunci menggapai Ridho Ilahi.

“Untuk seluruh santriwati, terus belajar dan mengabdi, hingga kelak kita akan memahami manisnya sebuah perjuangan. Semangat selalu dalam menggapai cita-cita sebagai generasi penerus bangsa dan agama. Selalu memberi maaf kepada mereka yang telah menyakiti. Dan tak lupa terus berdo’a dan memohon kepada Ilahi agar mempermudah kesulitan yang ada” pesannya kepada seluruh santriwati pesantren Kyai Syarifuddin. Setelah bercengkrama dengan beliau yang menjabat sebagai ketua pondok, banyak belajar dan mengambil hal-hal positif yang berada dalam dirinya. Sukses dalam melaksanakan tugas dan mengemban amanah ukhty......dari kami جزاكم الله خيرا .